Senin, 26 Juli 2010

On Stage TBS Surakarta

Situ gintung, karya : Cipluk & Jaya
Ojo Anggep - Anggepan karya : Cipluk

ILANGING KATRESNAN (Godong Jati Garing )

Kamis, 15 Januari 2009

Bingkisan Ultah dari Wakil Walikota Surakarta


Keroncong Solo Bukan Hanya Gesang
JAWAPOS Radar SOLO : Jumat, 02 Januari 2009 21:47

SOLO - Kota Solo benar-benar bisa disebut sebagai gudangnya musisi keroncong. Selain Gesang, Waljinah, serta Anjar Ani, yang dikenal sebagai ikon keroncong Solo, masih banyak tokoh keroncong lainnya yang sudah lama makan asam garam. Hanya saja, selama ini keberadaan mereka luput dari pandangan masyarakat dan hampir tak tersentuh media.
Alasan itu pulalah yang kemudian membuat Orkes Keroncong (OK) IBLIS (Indonesia Bersama Leluhur, Indonesia Sukses) mengundang W.S. Nardi dan Bambang Mustari, dua tokoh keroncong yang "tidak begitu dikenal", sebagai bintang tamu dalam Perayaan HUT Ke-3 OK Iblis di markasnya.
"Selama ini yang dikenal kan hanya Gesang, AnjarAni, dan Waljinah saja. Padahal, masih banyak tokoh keroncong lainnya, yang memiliki karya yang tak kalah tenar" ujar Dwijaya, pimpinan OK IBLIS.
Pria yang akrab disapa Jaya ini mengatakan, dua orang yang menjadi tamu kehormatannya tersebut terhitung tokoh yang diperhitungkan di dunia keroncong Solo. Sebab, lewat tangan dingin keduanya tak sedikit penyanyi keroncong yang menjadi tenar. Bahkan, lanjut Jaya, keduanya sudah berkecimpung di dunia keroncong jauh sebelum Gesang dan Waljinah menjadi tenar seperti sekarang ini.
"Dari Pak Nardi cukup banyak penyanyi yang berhasil diangkat menjadi Bintang Radio. Yang pada massanya menjadi jembatan penyanyi Solo merentas karir dan sukses. Sedangkan Pak Bambang, beberapa karyanya menjadi master piece keroncong. Salah satunya lagu Wuyung," papar Jaya.
Hal tersebut terlihat dari bahan pembicaraan keduanya saat berbagi ilmu dengan anggota OK IBLIS, sesaat sebelum acara dimulai. Mbah Nardi, biasa disapa, secara gamblang menjelaskan apa itu keroncong termasuk asal-usul keroncong dan perkembangan musik keroncong sampai bisa berbentuk seperti saat ini.
"Keroncong bisa dibilang one man show. Karena, pada awalnya keroncong memang hanya dimainkan oleh satu orang yang memainkan ukulele dan kendang. Tapi, efek suara yang dihasilkan benar-benar seperti orkestra," tutur Mbah Nardi. (vj/tej)

IBLIS On Stage

Salah satu pertunjukan pada malam ulang tahun Iblis ke-3 (1 Januari 2009)



Pada pertunjukan lainnya 21 Desember 2008


Rabu, 31 Desember 2008

Recent Activities

RECENT ACTIVITIES

29 December 2007 Ceremony kenduran /Pesta Sunatan in Tegal

9 December 2007 Second Prize at Keroncong Music Festival in Semarang

7 August 2007 Performance at International Youth Conference at Taman Budaya Solo

August 2007 Anniversary of Satpol PP at Balaikota Surakarta with Rachel from England (Flute)

June 2007 Created a ringtone (Nada Sambung Pribadi) for Telkomsel Song titles: Gundul-gundul Pacul and Lagon Serayu.

20 May 2007 Background music for Miss Surakarta Contes /Pemilihan Putri Solo

January 2007 –present Performances at Warung Baru

January - July 2007 Regular Performances at Sahid Hotel Solo

29 December 2007 Performance in Padepokan Wulan Tumanggal Tegal

03 August 2008 Grand Openning Forum Mbarang Jantur, Purwonegaran-Surakarta

09 August 2008 International Youth Conference in Karang Pandan

18 August 2008 Indonesian Independent day in Kodim Surakarta

27 September 2008 Own Performance “Jabat Erat Jelang Fitri” (Ramadhan in Solo) Purwonegaran-Surakarta

04 Oktober 2008 Weeding Ceremony in Gereja Bethel-Semarang

27 Oktober 2008 Music Concer Sumpah Pemuda Day “GO CREATIF GO” in TBS Surakarta

13 November 2008 Colaboration with Wayang Suket (Slamet Gundono), Temperente, Campur Sari Centre (Cak Diqin), Mbah Kung Ensamble in Pagelaran-Kasunanan Palace Surakarta

Abstrak

MEMBER OF IBLIS







Selasa, 30 Desember 2008

OK Iblis


Kami sadar bahwasannya budaya perlu dilestarikan. Kami hadir dengan nama yang berbeda,
terkesan "serem", namun dalam hati kami, tak pernah pengin serem dan jauh dari kata serem.
Nama-nama yang bagus sudah banyak bermunculan namun belum tentu bernilai bagus, Kami menggunakan nama IBLIS bermaksud biarpun nama serem, namun kiprah kami tidak bermaksud mau "serem" namun tetap nguri-uri dan menjaga nilai budaya jawa yang agung.